Troli

Kenang-Kenangan Hidup - HAMKA

Selain berdakwah melalui lisan, Hamka juga aktif dalam dunia menulis. Beberapa karyanya yang epik, seperti Tafsir Al-Azhar, Pribadi Hebat, Merantau ke Deli, Terusir, Pandangan Hidup Muslim, Ghirah: Cemburu Karena Allah, dan di antara karyanya diangkat ke layar lebar, iaitu Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka’bah. Dari buku ini kita akan lebih mengenal dekat sosok Hamka. Perjalanan hidup Hamka sejak lahir dan tumbuh di lingkungan adat Minangkabau, perjalanan kisah cinta, kisah pilu masa kecil yang membuat ia bertahan pada satu cinta, perjalanan dakwah, kehidupan beliau dalam suasana Perang Dunia dan hiruk piruk suasana kemerdekaan melawan Belanda juga Jepang dan mempertahankan kemerdekaan hingga kehidupan pada masa setelah Indonesia merdeka. Buku ini sangatlah istimewa, ditulis dan dikisahkan langsung oleh seorang Hamka. Meskipun beliau sudah tiada, nama dan pemikirannya tetap panjang umur dan abadi hingga saat ini.

Out of stock

TBR
Share
Like

Dari Pena Buya

}) })

Bintang Tanpa Nama.

Bintang tanpa nama, barangkali begitulah kita dalam hidup seseorang. Bersinar dan wujud tetapi tidak didendang. Terpulang – dan demikianlah Ilham dan Aya yang menjadi bintang sesama sendiri.

Di kota sederhana Kuantan, Aya menelusuri hari-harinya sebagai seorang peguam jenayah ditemani Ilham, lelaki yang pernah disukainya. Ilham, penyeduh kopi di kafe ‘Kita, Usai’ punya cerita tersendiri di sebalik senyumannya yang penuh tawa dan terkadang lara.

Sejak mereka bertemu kembali, fasa demi fasa ditempuhi dalam waktu yang singkat – kehilangan, kemaafan, persahabatan, kekeluargaan dan cerita silam yang sentiasa melingkari hidup mereka berdua.

Siapakah yang akan menyakiti dirinya sendiri? Aya atau Ilham? Entahlah, mungkin kamu juga. Orang yang sering membuka ruang untuk disakiti.