Troli

Dari Lembah Cita-cita - HAMKA

 

Buku ini merupakan salah satu saksi sejarah perjuangan Hamka menyebarkan semangat pada generasi muda di awal-awal masa kemerdekaan supaya mereka berjuang mengisi dan mempertahankan kemerdekaan dengan memakai dasar yang kukuh dalam jiwa mereka.

Pembahasan Buya Hamka mengenai tauhid ibadah iman negara perjuangan dan cita-cita dalam buku ini mampu mengajak kita kembali merenungi diri merenungi iman Islam cita-cita dan hidup kita. Sekukuh apa jiwa kita menjadikan Islam sebagai pedoman dan penggerak hidup kita dan sebesar apa cita-cita kita terhadap kehidupan dunia dan kehidupan setelah dunia ini. Buku ini meskipun ringkas memiliki bobot yang sangat besar bagi jiwa yang membacanya.

Out of stock

TBR
Share
Like

Dari Pena Buya

}) })

Bintang Tanpa Nama.

Bintang tanpa nama, barangkali begitulah kita dalam hidup seseorang. Bersinar dan wujud tetapi tidak didendang. Terpulang – dan demikianlah Ilham dan Aya yang menjadi bintang sesama sendiri.

Di kota sederhana Kuantan, Aya menelusuri hari-harinya sebagai seorang peguam jenayah ditemani Ilham, lelaki yang pernah disukainya. Ilham, penyeduh kopi di kafe ‘Kita, Usai’ punya cerita tersendiri di sebalik senyumannya yang penuh tawa dan terkadang lara.

Sejak mereka bertemu kembali, fasa demi fasa ditempuhi dalam waktu yang singkat – kehilangan, kemaafan, persahabatan, kekeluargaan dan cerita silam yang sentiasa melingkari hidup mereka berdua.

Siapakah yang akan menyakiti dirinya sendiri? Aya atau Ilham? Entahlah, mungkin kamu juga. Orang yang sering membuka ruang untuk disakiti.