Troli

Di Bawah Lindungan Kaabah - HAMKA

"Ya Rabbi, Ya Tuhanku, Yang Maha Pengasih dan Penyayang! Bahwasanya di bawah lindungan Ka bah, rumah Engkau yang suci dan terpilih ini, saya menadahkan tangan memohon karunia. Kepada siapakah saya akan pergi memohon ampun, kalau bukan kepada Engkau, ya Tuhan! Tidak ada seutas tali pun tempat saya bergantung lain daripada tali Engkau; tidak ada satu pintu yang akan saya ketuk, lain daripada pintu Engkau. Berilah kelapangan jalan buat saya, hendak pulang ke hadirat Engkau, saya hendak menuruti orang-orang yang dahulu dari saya, orang-orang yang bertali hidupnya dengan hidup saya. Ya Rabbi, Engkaulah Yang Mahakuasa, kepada Engkaulah kami sekalian akan kembali..." Hamid dan Zainab, dua insan yang saling jatuh cinta, tetapi terpisahkan oleh perbedaan latar belakang keluarga dan derajat ekonomi. Perasaan cinta mereka tersimpan rapi dalam hati masing-masing dan tidak terungkapkan.

Out of stock

TBR
Share
Like

Dari Pena Buya

}) })

Bintang Tanpa Nama.

Bintang tanpa nama, barangkali begitulah kita dalam hidup seseorang. Bersinar dan wujud tetapi tidak didendang. Terpulang – dan demikianlah Ilham dan Aya yang menjadi bintang sesama sendiri.

Di kota sederhana Kuantan, Aya menelusuri hari-harinya sebagai seorang peguam jenayah ditemani Ilham, lelaki yang pernah disukainya. Ilham, penyeduh kopi di kafe ‘Kita, Usai’ punya cerita tersendiri di sebalik senyumannya yang penuh tawa dan terkadang lara.

Sejak mereka bertemu kembali, fasa demi fasa ditempuhi dalam waktu yang singkat – kehilangan, kemaafan, persahabatan, kekeluargaan dan cerita silam yang sentiasa melingkari hidup mereka berdua.

Siapakah yang akan menyakiti dirinya sendiri? Aya atau Ilham? Entahlah, mungkin kamu juga. Orang yang sering membuka ruang untuk disakiti.