Troli

Studi Islam - HAMKA

373 muka surat

Out of stock

Ajaran apa? Opium atau candu apa yang diminumkan Muhammad saw. kepada pengikutnya sehingga mereka menjadi begitu berani menghadang maut? Apa yang mereka pertahankan? Mereka (penjajah) membangkitkan kembali sejarah Sriwijaya dan Majapahit untuk menghilangkan perhatian terhadap perjuangan Islam sebab ajaran Islam mengandung suatu yang bagai duri dalam daging di mata penjajah yaitu ajaran jihad. Orang Barat terutama kaum orientalis selalu memberi arti yang salah tentang jihad itu yaitu perang suci (holy war). Padahal arti jihad adalah lebih umum yaitu berjuang dan bekerja keras dengan semangat tidak kenal lelah walau sampai mati. Bagi umat Islam sendiri kalau mereka biarkan program penghancuran Islam yang diselundupkan dalam bungkusan Hak-Hak Asasi Manusia ini lolos berhentilah menjadi Muslim dan naikkanlah bendera putih. Kalau ruhmu telah goyah dari Islam memang banyaklah bahan untuk menimbulkan keraguanmu tentang Islam yang tersedia dari hasil-hasil penyelidikan kaum orientalis. Di negeri kita pun muncul golongan-golongan yang menyebut dirinya kaum modernis. Mereka menyorak-nyorakkan sekularisme memisahkan agama dari negara yang bukan dipelajarinya dari kaum Kristen di Eropa dan Amerika melainkan dari kaum yang memang benci dan antipati pada agama sejak semula. Untuk menjamin terpeliharanya Pancasila itu menurut keyakinan saya tidak ada jalan lain hanyalah satu yaitu supaya saya menjadi seorang Muslim yang baik menjadi seorang Muslim yang taat kepada Allah SWT. Saya akan berusaha hidup sebagai Muslim sejati niscaya tidak dapat lain saya akan menjadi Pancasilais sejati. Satu fitnah yang besar kalau ada orang yang mempertentangkan antara Islam dan Pancasila.
TBR
Share
Like

Dari Pena Buya

}) })

Bintang Tanpa Nama.

Bintang tanpa nama, barangkali begitulah kita dalam hidup seseorang. Bersinar dan wujud tetapi tidak didendang. Terpulang – dan demikianlah Ilham dan Aya yang menjadi bintang sesama sendiri.

Di kota sederhana Kuantan, Aya menelusuri hari-harinya sebagai seorang peguam jenayah ditemani Ilham, lelaki yang pernah disukainya. Ilham, penyeduh kopi di kafe ‘Kita, Usai’ punya cerita tersendiri di sebalik senyumannya yang penuh tawa dan terkadang lara.

Sejak mereka bertemu kembali, fasa demi fasa ditempuhi dalam waktu yang singkat – kehilangan, kemaafan, persahabatan, kekeluargaan dan cerita silam yang sentiasa melingkari hidup mereka berdua.

Siapakah yang akan menyakiti dirinya sendiri? Aya atau Ilham? Entahlah, mungkin kamu juga. Orang yang sering membuka ruang untuk disakiti.